Kamis, 25 Juni 2020

PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH RUMAH TANGGA

By : Sri Hadiawati, SP BPP_Pare


Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Sampah organik dikategorikan sebagai  sampah yang ramah lingkungan bahkan bisa diolah kembali menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman jika dikelola dengan tepat. Tetapi jika sampah tersebut tidak dikelola dengan baik dan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik.

Cara pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga hanya untuk orang-orang yang tidak gampang jijik dikarenakan bahan-bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan pupuk organik cair adalah limbah rumah tangga yang bentuk dan rupanya tidak sejuk di mata. Belum lagi aromanya yang mungkin akan sangat mengganggu. Meski demikian jika anda memang berniat, persoalan ini bisa disiasati dengan menggunakan masker dan sarung tangan.

Banyak pilihan dan cara membuat kompos skala rumah tangga. Ada yang dipendam di dalam tanah, ada yang dapat diputar untuk memudahkan pengadukan dan aerasi, ada yang menggunakan kotak kayu, atau bahkan memanfaatkan keranjang pakaian kotor (takakura). Komposter dapat dibuat sendiri atau membeli dalam bentuk jadi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar pembuatan kompos berjalan dengan baik adalah :

1.    Potong kecil-kecil seluruh bahan kompos. Semakin kecil akan semakin kecil akan semakin baik karena akan mempercepat proses dekomposisi.

2.    Aduk bahan kompos agar aerasi berjalan optimal, khususnya saat kompos terlalu panas. Selain itu proses dekomposisi membutuhkan oksigen. Kekurangan oksigen menyebabkan terjadinya proses anaerob yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

3.    Jika tersedia, tambahkan dekomposer atau aktivator. Gunakan air gula atau molase (tetes tebu) atau air kelapa untuk mengaktifkan mikroba dengan cepat

4.    Jaga campuran kompos agar selalu dalam keadaan lembab

5.    Gunakan sampah kering untuk menjaga rasio C/N dan kelembaban

6.    Selektif menggunakan limbah hewani. Limbah hewani seperti daging dan ikan mudah busuk dan menimbulkan baau tidak sedap. Bau ini juga menyebabkan lalat berdatangan, lalu bertelur sehingga banyak muncul belatung. Pembuatan kompos dari hewani akan lebih aman dilakukan dengan memanfaatkan lubang biopori.

Demikianlah langkah-langkah membuat pupuk organik dari sampah organik rumah tangga. Kita tidak akan tahu mudah atau sulit kalau tidak mencoba.

Jadi selamat mencoba yaa....!!!!

Referensi :

https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-dan-pengelolaan-sampah-organik-dan-anorganik-13
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90356/Cara-Membuat-Pupuk-Organik-Cair-Dari-Sampah---Limbah-Rumah-Tangga/
Soeleman,S dan Rahayu, D. 2013. Halaman Organik Mengubah Taman Rumah menjadi Taman Sayuran Organik untuk Gaya    Hidup Sehat. Agro Media Pustaka. Jakarta. 162 hal.

Kamis, 16 April 2020

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA WBC DI POKTAN SIDO RUKUN DESA TERTEK KECAMATAN PARE

Oleh : Sri Hadiawati, SP.


Berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan oleh PPL dan POPT telah ditemukan adanya populasi hama WBC migran yang melebihi ambang ekonomi di wilayah Poktan  Sido Rukun Desa Tertek. Setelah berkoordinasi dengan pengurus poktan, Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Pare dan POPT bersama petani melakukan gerakan pengendalian hama WBC atas dukungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri berupa bantuan insektisida.


Gerakan bersama oleh kelompok tani diwilayah yang terserang WBC tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 April 2020. Pengendalian hama wereng ini menggunakan insektisida berbahan aktif BPMC bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri.


Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stall) merupakan hama utama pada tanaman padi karena kerusakan yang diakibatkan cukup luas. Hama ini sering menyerang tanaman padi muda hingga masa panen. Hama WBC harus segera ditangani pengendaliannya karena jika terabaikan akan berdampak menurunkan produksi padi bahkan bisa gagal panen.
Hama WBC biasanya berawal dari WBC migran pada awal fase pembentukan anakan tanaman padi. Setelah menetap, WBC berkembang biak secara eksponensial satu atau dua generasi pada tanaman padi vegetatif tergantung pada saat migrasinya. Apabila migrasi terjadi pada umur 2-3 minggu setelah tanam, maka WBC dapat berkemabang biak sebanyak dua generasi.
Hal ini dapat diuraikan dalam siklus hidup WBC sebagai berikut :

G-0 merupakan tahap migran, serangga migran menyerang padi , setelah menetap dan berkembang biak menjadi G-1  (generasi pertama). Betina dewasa pada generasi pertama biasanya berbentuk serangga bersayap pendek dan berkembang biak menjadi G-2 yaitu tahap perusak (generasi kedua). Sejumlah besar serangga dewasa bersayap panjang muncul dan berpindah. Jika pada hamparan yang sama terdapat area padi yang baru ditanami maka akan terjadi imigrasi WBC dari tanaman generatif tersebut.
Kerusakan dapat terjadi pada tanaman padi tergantung pada :
  1. Populasi awal wbc saat migrasi
  2. Umur tanaman saat terjadinya migrasi
  3. Varietas padi
  4. Keadaan iklim
  5. Pemupukan yang tidak berimbang
  6. Penggunaan pestisida yang tidak benar
Strategi Pengendalian Wereng Batang Coklat :
  • Pengamatan intensif dilakukan minimal 1 minggu sekali
  • Waspadai daerah endemis
  • Waspadai adanya populasi WBC dipersemaian dan tanaman muda
  • Koordinasikan gerakan pengendalian dan penyuluhan dengan PPL dan POPT setempat

Referensi :
http://www.agrotani.com/siklus-hamawereng-coklat-pada-tanaman-padi-2
http://www.artikel.com/hama-wereng-batang-cokelat-padi-dan-cara-pengendaliannya/
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID...


Kamis, 13 Februari 2020

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS SERENTAK DI POKTAN SUKA USAHA DESA SAMBIREJO KECAMATAN PARE


Gerakan pengendalian hama secara serentak pada hari Kamis tanggal 13 Pebruari 2020 di wilayah Kabupaten Kediri termasuk Kecamatan Pare yang dilaksanakan di wilayah Poktan Suka Usaha Desa Sambirejo adalah salah satu upaya pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri dalam rangka mengendalikan serangan hama tikus. Hama tikus selalu menjadi masalah bagi petani. Akibat serangan hama ini petani akan mengalami kehilangan hasil panen. Serangan hama tikus terjadi hampir setiap musim tanam. Tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah jenis hama pengganggu pertanian utama dan sulit dikendalikan karena tikus itu mampu "belajar" dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Tikus memiliki indra penciuman yang berkembang dengan baik. Dengan kemampuan ini tikus dapat menandai wilayah pergerakan tikus lainnya mengenali jejak tikus yang tergolong dalam kelompoknya.