BPP Kecamatan Pare bersama KTNA telah menyelenggarakan temu koordinasi dan halal bi halal di area BPP Kecamatan Pare Jalan Gatot Subroto No. 7 Pelem pada hari Rabu, tanggal 20 Juli 2016. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat BKP3 Kab. Kediri antara lain Kabid Distribusi dan Keamanan Pangan ( Ir. Didik Supriantoro, MM.) beserta staf dan KJF ( Djoko Tri Rahardjo, SP.) BKP3 Kabupaten Kediri. Hadir juga Camat Pare yang diwakili oleh Kasi Kesos ( Muto'in, SH.MH.), Babinsa Kecamatan Pare serta seluruh PPL dan Petugas Lingkup Pertanian Kecamatan Pare.
Minggu, 24 Juli 2016
HALAL BI HALAL DAN TEMU KOORDINASI BPP KECAMATAN PARE
BPP Kecamatan Pare bersama KTNA telah menyelenggarakan temu koordinasi dan halal bi halal di area BPP Kecamatan Pare Jalan Gatot Subroto No. 7 Pelem pada hari Rabu, tanggal 20 Juli 2016. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat BKP3 Kab. Kediri antara lain Kabid Distribusi dan Keamanan Pangan ( Ir. Didik Supriantoro, MM.) beserta staf dan KJF ( Djoko Tri Rahardjo, SP.) BKP3 Kabupaten Kediri. Hadir juga Camat Pare yang diwakili oleh Kasi Kesos ( Muto'in, SH.MH.), Babinsa Kecamatan Pare serta seluruh PPL dan Petugas Lingkup Pertanian Kecamatan Pare.
Selasa, 14 Juni 2016
Pelatihan Teknologi Pengolahan Hasil Peternakan Bagi Ibu-ibu KWT Sinar Gemilang dan PKK Desa Tertek Kecamatan Pare
by : ADMIN
Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri disamping potensial dalam pengembangan komuditas tanaman pangan, juga potensial dengan komuditas peternakan. Data Kecamatan Pare Dalam Angka Tahun 2014/2015 jumlah ternak unggas di wilayah Desa Tertek meliputi ternak ayam buras (6.146 ekor), ayam ras petelur (11.000 ekor) dan itik/entok (1.666 ekor). Potensi ternak unggas tersebut perlu dikembangkan olahan hasil peternakan ayam dengan suatu sentuhan teknologi, salah satunya dengan memberikan pelatihan teknologi olahan nugget.
Selasa, 26 Januari 2016
BIOGAS ENERGI ALTERNATIF DI KELOMPOK TANI "TANI MAKMUR" DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI
by : ADMIN
Energi mempunyai peran penting bagi pembangunan ekonomi nasional, peranannya sangat diperlukan untuk pertumbuhan kegiatan industri, jasa, perhubungan dan rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang khususnya guna mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Meskipun Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak dan gas, namun berkurangnya cadangan minyak, penghapusan subsidi menyebabkan harga minyak naik dan penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu pemanfaatan sumber-sumber energi alternatif dan ramah lingkungan menjadi suatu alternatif.
Salah satu alternatif adalah pemanfaatan energi biogas yang dapat diperoleh dari hasil prosesing air limbah rumah tangga; kotoran peternakan ayam, sapi, babi; sampah organik; industri makanan, pabrik tapioka, pabrik kelapa sawit, sampah kota dan sebagainya.
Selain potensi yang besar, pemanfaatan energi biogas dengan reaktor biogas memiliki banyak keuntungan, yaitu mengurangi efek gas rumah kaca, mengurangi bau yang tidak sedap, mencegah penyebaran penyakit, menghasilkan panas dan daya (mekanis/listrik) serta hasil samping berupa pupuk padat dan cair. Pemanfaatan limbah dengan cara seperti ini secara ekonomi akan sangat kompetitif seiring naiknya harga bahan bakar minyak dan pupuk anorganik. Di samping itu, prinsip nir limbah (zero waste) merupakan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selasa, 29 Desember 2015
PEMBINAAN KEGIATAN KARANG KITRI DI WILAYAH BPP KECAMATAN PARE
Oleh : ADMIN
Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga, diantaranya melalui kegiatan karang kitri. Dalam kegiatan ini setiap rumah tangga diharapkan mampu memelihara tanaman sayur, buah , dan toga untuk memenuhi kebutuhan gizi serta sebagai upaya lumbung pangan dan diversifikasi pangan keluarga. Dalam rangka kegiatan tersebut BPP Pare melaksanakan pendampingan dan pembinaan di lima wilayah Dasa Wisma Desa, yaitu Desa Tulungrejo, Desa Gedangsewu, Desa Tertek, Desa Darungan, dan Desa Sumberbendo.
Minggu, 13 Desember 2015
MENERAPKAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN
I.
PENDAHULUAN.
Metode penyuluhan pertanian yang efektif sebaiknya dipilih dan
ditetapkan berdasarkan karakteristik sasaran, sumber daya yang dimiliki,
materi, dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam menerapkan metode penyuluhan
pertanian terdapat kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh penyuluh pertanian sehingga
“metode” menjadi efektif.
Prinsip-prinsip yang menjadi landasan dalam
memilih metode penyuluhan pertanian antara lain : Berfikir untuk pengembangan kreatif;
Kegiatan penyuluhan bertempat dilokasi berlangsungnya kegiatan petani; Kegiatan penyuluhan lebih efisien jika diterapkan kepada
beberapa warga masyarakat yang diakui oleh lingkungannya sebagai “panutan” yang
baik; Menciptakan hubungan akrab dengan penerima manfaat; Memberikan sesuatu
untuk terjadinya perubahan perilaku, ketrampilan dan sikap bagi petani sebagai
penerima manfaat.
II.
MENERAPKAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN.
Beberapa jenis metode penyuluhan
pertanian yang dapat diterapkan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor
52/Permentan/OT.140/12/2009 antara lain :
1.
Ceramah, yaitu penyampaian
informasi secara lisan kepada pelaku utama, pelaku usaha dan/atau tokoh
masyarakat dalam suatu pertemuan.
2.
Diskusi, yaitu pertemuan dengan jumlah peserta ± 20 orang
dan biasanya dilaksanakan untuk bertukar pendapat mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan,
atau mengumpulkan saran-saran untuk memecahkan permasalahan.
Sabtu, 28 November 2015
PELATIHAN TENTANG SUMBER PANGAN ALTERNATIF DI WILAYAH BPP KECAMATAN PARE
BKP3 Kabupaten Kediri telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Sumber Pangan Altenatif kepada anggota Kelompok Wanita Tani dan Pokja III TP-PKK Desa se Kecamatan Pare. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari pada hari Senin dan Selasa tanggal 23 dan 24 November 2015 bertempat di ruang pertemuan BPP Kecamatan Pare. Pada kegiatan tersebut hadir Kepala Bidang Konsumsi, Mutu dan Ketersediaan Pangan BKP3 Kabupaten Kediri ( Bpk. Ir. Didik Supriantoro, MM.) dan Camat Pare ( Ibu Hj. Anik Wuryani, S.Sos, M.Si.).
Hari pertama disajikan dua materi yaitu Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Sumber Pangan Dalam Penerapan Menu Sehari-hari disampaikan oleh DR. Suparno, MMA.MH. (KJF BKP3 Kab. Kediri). Sedangkan materi kedua yaitu Aneka Ragam Bahan Pangan Lokal dan Pemanfaatannya disampaikan oleh Tim Penyuluh BPP Pare.
Jumat, 13 November 2015
TEMU LAPANG AGRIBISNIS TIMUN (HORTIKULTURA) DI POKTAN "SIDO MAKMUR" DESA TERTEK, KECAMATAN PARE, KABUPATEN KEDIRI
Dalam rangka meningkatkan kapasitas BPP, maka BPP Kecamatan Pare Kabupaten Kediri telah melaksanakan demplot agribisnis hortikultura dengan komuditas timun. Kegiatan tersebut ditindak-lanjuti dengan kegiatan temu lapang yang diselenggarakan bekerjasama dengan PT Agricon. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 November 2015 di lahan Bapak Sugiono selaku petani demonstrator. Hadir dalam kegiatan ini antara lain para petani sekitar, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swasta dan Babinsa yang secara keseluruhan dapat memanfaatkan media demplot dan temu lapang.
Langganan:
Postingan (Atom)




