Sabtu, 11 Juli 2015

EDISI RAMADHAN BERSAMA KWT DAN GAPOKTAN

Pada bulan Juni 2015 bertepatan dengan bulan ramadhan 1436 H, BPP Pare Kabupaten Kediri dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan tetap mengedepankan kepentingan tugas dinas disamping melaksanakan kegiatan pribadi untuk menjalankan ibadah puasa.
Mulai tanggal 23 Juni s/d 25 Juni 2015 secara berturut-turut telah melaksanakan pembinaan kepada Kelompok Wanita Tani ( KWT ) tentang pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan.

Kamis, 02 Juli 2015

GPPTT TANAMAN JAGUNG TAHUN 2015 DI WILAYAH BPP KECAMATAN PARE


BPP Kecamatan Pare dalam tahun 2015 membina kelompok tani pelaksana Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Jagung di Kelompok Tani "Suka Usaha" Desa Sambirejo; Kelompok Tani "Tani Rukun" Desa Bendo; dan Kelompok Tani "Karya Bakti Desa Tulungrejo. Kegiatan tersebut telah dilakukan CPCL dan sosialisasi di masing-masing desa yang dilaksanakan pada tanggal 3, 12, dan 18 Maret tahun 2015.

Jumat, 26 Juni 2015

KWT SINAR GEMILANG MENGIKUTI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN SAYURAN SEHAT BERSAMA CAP PANAH MERAH

Pada hari Jum'at, tanggal 26 Juni 2015 bertempat di lokasi KRPL yang beralamat di Jl. Wilis 
RT 01 RW 09 Dusun Jombangan Desa Tertek, ibu-ibu anggota KWT  Sinar Gemilang 
mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan minuman sayuran sehat bersama Panah Merah

Rabu, 24 Juni 2015

PRINSIP MEMILIH METODE PENYULUHAN PERTANIAN

I.     PENDAHULUAN.
Metode penyuluhan pertanian merupakan salah satu komponen-komponen dalam sistem penyuluhan pertanian yang sangat berpengaruh dalam efektivitas penyuluhan pertanian. Metode yang efektif harus dipilih dan ditetapkan berdasarkan karakteristik sasaran, sumber daya yang dimiliki, materi, dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam menerapkan metode penyuluhan pertanian terdapat kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh penyuluh pertanian sehingga suatu “metode” menjadi efektif untuk diterapkan.
Pengertian Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara penyampaian materi  (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh Penyuluh Pertanian  kepada kelompoktani, petani  beserta  anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi baru.

(Foto by Setiono)

Jumat, 22 Mei 2015

TRAINING OF FARMERS

By : Sri Hadiawati, SP.


BPP Kecamatan Pare bekerjasama dengan PT EWSI (Cap Panah Merah) yang didukung oleh Petugas PT BASF telah menyelenggarakan kegiatan Training of Farmers bagi Petani Hortikultura pada tanggal 21 Mei 2015. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan petani hortikultura sayuran dataran rendah di wilayah BPP Kecamatan Pare sebagai tindak lanjut dari TOF sebelumnya tentang pengenalan bermacam-macam jenis pestisida.


Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Pare (Setiono, SP.) menyampaikan bahwa salah satu peran dan fungsi BPP adalah memfasilitasi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan sikap positif petani/kelompok tani. Berdasarkan identifikasi masalah, bahwasannya pengetahuan dan keterampilan sebagian besar petani khususnya petani hortikultura di wilayah BPP Kecamatan Pare masih kurang dalam melakukan aplikasi pestisida secara tepat , efektif dan efisien maka TOF kali ini, petani dilatih tentang teknik kalibrasi alat semprot. Kalibrasi sangat penting dilakukan sebelum penyemprotan untuk menghitung atau memperkirakan volume air (larutan) yang dibutuhkan untuk menyemprot dengan menggunakan alat semprot (sprayer) dalam luasan tertentu. Dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu diharapkan penggunaan pestisida bisa lebih efektif dan efisien sesuai rekomendasi teknis dan pencemaran terhadap lingkungan juga bisa dihindari.


Untuk menghasilkan penyemprotan yang baik, diperlukan peralatan semprot (sprayer) yang baik serta tenaga penyemprot yang terlatih dan terampil. Tenaga penyemprot yang kurang terampil dapat menyebabkan hasil penyemprotan yang kurang baik. Oleh karena itu, pada kegiatan ini petani dilatih dan melakukan praktek langsung di area BPP Kecamatan Pare. Setelah mengikuti pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan aplikasi (penyemprotan) pestisida diharapkan menjadi lebih meningkat sehingga petani juga mampu menggunakan pestisida secara bijaksana sesuai rekomendasi teknis. 

Rabu, 29 April 2015

MEMILIH MATERI PENYULUHAN PERTANIAN

I.      Pendahuluan.
Efektivitas penyuluhan pertanian ditentukan oleh komponen-komponen dalam sistem penyuluhan pertanian, di antaranya yaitu materi penyuluhan pertanian. Materi yang efektif harus dipilih dan ditetapkan berdasarkan kebutuhan sasaran. Materi penyuluhan pertanian yang akan disampaikan PPL kepada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga dalam memilih materi penyuluhan haruslah benar-benar sesuai dengan kebutuhan sasaran yaitu pelaku utama dan pelaku usaha pertanian. Materi disusun dari berbagai sumber yang relevan dan dapat dipertanggung-jawabkan yang selanjutnya disajikan dalam format yang sistematis dan jelas. Dalam hal ini penyusunan materi penyuluhan pertanian terdapat kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh Penyuluh Pertanian.

Kamis, 26 Maret 2015

KWT SINAR GEMILANG DESA TERTEK MENDUKUNG KEGIATAN BANK SAMPAH TERTEK GEMILANG MENYELENGGARAKAN PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS

TEMA :  “KETAHANAN PANGAN KELUARGA BERBASIS SAMPAH RUMAH TANGGA“
 

Pelatihan pembuatan kompos yang diselenggarakan di Balai Desa Tertek, pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2015  diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani Sinar Gemilang yang tergabung dalam kegiatan Bank Sampah Desa Tertek.

Kegiatan pelatihan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Tertek, BPP Pare, serta Ibu Camat Pare dengan narasumber yang berasal dari praktisi lingkungan hidup Bapak Sudjiman dari Mojoroto Kediri. 

Dengan slogan “Sampah bukan masalah, sampah menjadi berkah, sampah dipilah, sampah menjadi rupiah” disampaikan oleh narasumber dengan penuh semangat dan antusias. Kedepan akan lebih meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam melaksanaan pengelolaan sampah sesuai slogan dengan mempererat jaringan antara Kelompok Wanita Tani, Bank Sampah, TP-PKK Desa, Sekolah dan RT RW sehingga pengelolaan sampah lebih maksimal.

Dengan kompak dan penuh semangat ibu-ibu menyuarakan yell yell.......