Oleh : Sri Hadiawati, SP.
Kamis, 24 Juli 2025
PENYUSUNAN ERDKK PUPUK BERSUBSIDI KECAMATAN PARE MT 2026
Rabu, 24 Juli 2024
SOSIALISASI PENYUSUNAN RDKK PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2025 DAN TATA CARA PENEBUSAN PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2024 DI WILAYAH KECAMATAN PARE
Oleh : Sri Hadiawati, SP.
Selasa, 28 Mei 2024
UPAYA MENDORONG PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG DI WILAYAH KECAMATAN PARE MELALUI KEGIATAN BANTUAN BENIH JAGUNG KEPADA POKTAN
OLEH : SRI HADIAWATI, SP
![]() |
| Poktan Sukamaju Dusun Templek Desa Darungan |
Dalam rangka penguatan ekosistem pangan dan penguatan pangan nasional, Pemerintah terus mencari solusi untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri,. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan terkait percepatan pengembangan jagung dengan menetapkan strategi pengembangan jagung menuju swasembada berkelanjutan melalui Roadmap Jagung 2022-2024. Upaya peningkatan produksi jagung di dalam negeri dapat ditempuh melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas.
Rabu, 07 Februari 2024
GERAKAN PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK SPODOPTHERA FRUGIPERDA DI POKTAN TANI MAJU SATU DUSUN CANGKRING DESA PELEM
Kamis, 12 Oktober 2023
SOSIALISASI BANTUAN PUPUK ORGANIK ASAM HUMAT DI POKTAN TANI MAKMUR II DESA PELEM
OLEH : SRI HADIAWATI, SP
Asam humat adalah salah satu dari tiga bahan penyusun zat humat yang merupakan komponen pembentuk humus. Humus itu sendiri adalah tanah yang memiliki tingkat kesuburan tinggi yang terbentuk dari pelapukan bahan organik, seperti daun dan batang pohon. Asam humat diperoleh melalui proses ekstraksi humus.
Asam humat dapat memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Sehingga, pengaplikasian asam humat dapat memperbaiki kondisi tanah yang sudah terdegradasi dan meminimalisir kemungkinan kehilangan nutrisi dari pupuk organik akibat pencucian atau penguapan.
Kamis, 23 Februari 2023
Pembuatan Biosaka Bersama Petani Poktan Margo Mulyo Desa Darungan Di BPP Pare
Senin, 19 Desember 2022
Senin, 07 November 2022
HAMA WERENG JAGUNG
![]() |
Wereng Jagung (Peregrinus Maidis Ashm) adalah salah satu hama minor di tanaman jagung, namun keberadaan patut diwaspadai karena potensi kehilangan hasil yang disebabkan oleh serangan wereng ini bisa mencapai 70 %, hal ini disebabkan wereng ini menghisap cairan tanaman sehingga menyebabkan daun mengering dan bisa menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan tidak menghasilkan tongkol yang sempurna selain itu hama ini juga diketahui sebagai vektor beberapa jenis virus diantaranya MMV (Maize Mosaic Rhabdovirus) dan MStV (Maize Tenui virus) , walaupun belum ada laporan tentang kerugian yang serius karena serangan hama ini karena umunya serangannya pada umur 47 - 73 HST yang mana telah melewati fase kritis tanaman jagung, sehingga kerugian yang disebabkan tidak terlalu signifikan, walaupun beberapa tahun terakhir ada laporan bahwa wereng jagung juga ditemukan pada fase vegetatif 15 - 42 HST.
Wereng jagung Peregrinus maidis Ashmead
adalah serangga hama yang hidup pada tanaman jagung. Serangga ini mempunyai
nama synonim antara lain Delphax maidis Ashmead, Delphax
psylloides Lethierryi, dan Pundaluoya simplicia Distant.
Serangga ini masuk dalam famili Delphacidae, genus Peregrinus dan specsies
maidis. Serangga ini tidak saja merusak tanaman jagung dan sorgum, tetapi juga
dapat menularkan penyakit sejenis virus yang disebut penyakit MMV (maize mosaic
rhabdovirus) dan penyakit MStV (maize tenuivirus), Serangga ini mempunyai
banyak inang walupun niche utamanya adalah jagung dan sorgum. Serangga ini
dapat juga bertahan hidup pada beberapa rerumputan dari jenis rumput
navier Pennisetum purpureum Schumach, rumput vasey Paspalum
urvillei Steud, tanaman tebu Saccharum officinarum L,
dan sorgum. Serangga ini ditemukan juga pada rumput coarse.
Siklus Hidup Wereng Jagung
Wereng Jagung betina bertelur 20-30 telur di dalam pelepah daun tanaman inang mereka. Dalam kondisi normal, perkembangan dari penetasan ke dewasa membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Namun, perkembangan nimfa wereng jagung sangat tergantung pada suhu. Perkembangan normal terjadi antara 20-27 ° C dan memiliki lima tahap nimfa (remaja). Suhu ekstrem (di bawah 10 ° C dan di atas 30 ° C) mengakibatkan hilangnya instar kelima dan ganti kulit langsung dari instar keempat ke dewasa, tetapi perkembangan penuh hingga 74 hari. Wereng jagung ini mampu mereproduksi sepanjang tahun, tetapi perkembangannya dipengaruhi oleh perubahan suhu. Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan adalah ketersediaan nutrisi. Peningkatan kadar pupuk Nitrogen dalam jaringan tanaman menghasilkan waktu pengembangan yang lebih singkat, lebih banyak telur yang dihasilkan, dan peningkatan tingkat kelangsungan hidup nimfa dan Imago.
Mirip dengan wereng lainnya, wereng jagung juga memiliki dua jenis wereng dewasa yang berbeda dapat berkembang tergantung pada kondisi lingkungan, yaitu:
- Bracchypterous, memiliki sayap pendek (kurang berkembang) dan paling sering berkembang sebagai respon terhadap tanaman inang berkualitas tinggi,kepadatan populasi rendah dan tidakperlu penyebaran
- Macropterous, telah mengembangkan sayap sepenuhnya dan muncul ketika diperlukan penyebaran karena kepadatan populasi yang tinggi atau tanaman berkualitasrendah. Tujuan macropter, lebih banyak macropteous adalah untuk menyebarkan dan meletakkan telur pada tanaman yang tumbuh dan bereproduksi. Setelah tanaman mulai menua lebih banyak macropters diproduksi dan siklus berlanjut.
Wereng jagung menyerang tanaman dengan
cara menghisap cairan tanaman inangnya, gejala serangan pada daun tampak bercak
bergaris kuning, garis-garis pendek terputus-putus sampai bersambung terutama
pada tulang daun kedua dan ketiga. Daun tampak bergaris kuning panjang, begitu
pula pada pelepah daun. Pertumbuhan tanaman akan terhambat, menjadi kerdil,
tanaman menjadi layu dan kering (hopper burn). Selain itu hama ini juga sebagai
vektor untuk beberapa jenis virus diantaranya MMV (Maize Mosaic Rhabdo
virus) dan MStV (Maize Tenui virus)
Pengendalian Serangan Wereng Jagung
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya :
- Pengamatan secara rutin di area pertanaman jagung
- Menanam varietas yang tahan
- Tanam serempak untuk meminimalkan serangan.
- Membersihkan rumput-rumput yang mejadi inang alternative dari hama ini.
- Mengurangi penggunaan pupuk Nitrogen (urea dan ZA) karena penggunaan pupuk nitrogen yang tinggi dapat menyebabkan hama ini berkembang dengan cepat.
- Jarak tanam jangan terlalu rapat, untuk menjaga sirkulasi udara
- Jika serangan tinggi lakukan pengendalian dengan cara kimia, gunakan pestisida yang tepat salah satunya dengan menggunakan insektisida berbahan aktif pimetrozin 50 % yang bersifat sistemik dengan cara menghambat aktivitas makan serangga.
Oleh : Sri Hadiawati, SP.
Referensi :
https://www.pejuangpangan.com/2019/02/mewaspadai-serangan-wereng-jagung.html
picture by srihadiawati_bpppare
Jumat, 23 September 2022
PENYUSUNAN ERDKK PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2023 DI WILAYAH KECAMATAN PARE
![]() |
| Poktan Sido Maju Semanding Tertek |
Saat ini semua kelompok tani di wilayah Kecamatan Pare sedang melaksanakan kegiatan pembaharuan data anggotanya dalam rangka penyusunan e RDKK pupuk bersubsidi tahun 2023. Sosialisasi dimasing-masing kelompok tani dihadiri oleh PPL setempat dan Perangkat Desa. Pada pertemuan tersebut disampaikan oleh PPL terkait peraturan baru terkait pupuk bersubsidi. Petani yang ingin memperoleh pupuk bersubsidi harus mengajukan terlebih dahulu dengan syarat tergabung dalamkelompok tani yang disusun dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Jumat, 16 September 2022
KOORDINASI PENYUSUNAN RDKK PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2023 DI KECAMATAN PARE
OLEH : SRI HADIAWATI, SP
Pengajuan Rencana Defitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk bersubsidi berdasarkan aturan yang baru yaitu Permentan No 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Jenis pupuk yang disubsidi hanya Urea dan NPK saja dan kuotanya dibatasi oleh rekomendasi dan alokasi.
Petani yang bisa mengajukan kebutuhan pupuk bersubsidi adalah petani yang melakukan usahatani di bidang tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan dan tergabung dalam Kelompok Tani yang terdaftar dalam Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) serta Dukcapil dengan luas lahan maksimal 2 hektar.
Ada 9 komoditas pertanian yang bisa diajukan kebutuhan pupuk subsidinya yaitu ;
- Sektor Tanaman Pangan : padi, jagung, dan kedelai
- Sektor Tanaman Hortikultura : Cabai, Bawang Merah, dan Bawang Putih
- Sektor Tanaman Perkebunan : Tebu Rakyat, Kakao, dan Kopi
- Form pengajuan petani yang ditandatangani oleh petani dan Poktan
- Fotocopy KTP dan atau KK
- Fotocopy bukti garap berupa SPPT PBB/Kuitansi sewa
Senin, 07 Februari 2022
PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG
OLEH : SRI HADIAWATI, SP
Penyakit muncul beberapa minggu setelah bulu jagung terbentuk. Tanaman yang sakit tiba-tiba mati, daun layu, kering, dan tampak berwarna hijau keabu-abuan. Buku batang bawah berwarna coklat pucat. Bila dibelah, isi batang bawah terpecah-pecah, longgar dan mudah-remuk, tetapi serabut pembuluh terlihat utuh. Selain itu, terlihat tanda khas berupa piknidia kecil, coklat gelap sampai hitam, berkelompok di bawah epidermis dekat buku batang. Miselium putih dapat dilihat tumbuh di permukaan batang.
Penyakit busuk batang jagung dapat menyebabkan kerusakan pada varietas rentan hingga 65 %. Tanaman jagung terserang penyakit ini tampak layu atau kering seluruh daunnya. Umumnya gejala tersebut terjadi pada stadia generatif yaitu setelah pembungaan. Pangkal batang yang terserang berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan. Bagian dalam batang busuk sehingga mudah rebah serta bagian kulit luarnya tipis. Pangkal batang terserang akan memperlihatkan warna merah jambu, merah kecoklatan atau coklat. Penyakit busuk batang disebabkan oleh delapan spesies cendawan seperti: Colletotrichum graminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium moniliforme, Macrophomina phaseolina, Pythium apannidermatum, Cephalosporium maydis, dan C.acremonium.
Cendawan patogen penyebab penyakit ini memproduksi konidia pada permukaan tanaman inangnya. Konidia dapat disebarkan oleh angin, air hujan ataupun serangga. Pada waktu tidak ada tanaman, cendawan dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman terinfeksi dalam fase hifa atau piknidia dan paritesia yang berisi spora. Pada kondisi yang sesuai untuk perkembangannya spora akan keluar dari piknidia atau paritesia. Spora pada permukaan tanaman jagung akan tumbuh lalu menginfeksi melalui akar ataupun pangkal batang. Infeksi awal dapat melalui luka atau membentuk sejenis apresoria serta mampu masuk ke jaringan tanaman. Spora atau konidia yang terbawa angin dapat menginfeksi ke tongkol jagung. Akibat lebih lanjut biji terinfeksi dan jika ditanam dapat menyebabkan penyakit busuk batang.
Pengendalian penyakit ini dengan menanam varietas tahan,melakukan pergiliran tanaman, pemupukan berimbang serta menghindari pemberian N tinggi dan rendah K. Pengaturan drainase yang baik dan menggunakan agen hayati Trichoderma sp yaitu cendawan yang bersifat antagonis terhadap cendawan Fusarium sp.
(http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/722-beberapa-penyakit-pada-tanaman-jagung-danpengendaliannya)
Kamis, 23 September 2021
4 LANGKAH SEHAT 5 SEMPURNA UNTUK PRODUKSI TANAMAN PADI
Oleh : Sri Hadiawati, SP
Senin, 20 September 2021
KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN
Edisi Sinau Bareng Kelompok Tani
ASAP CAIR
BAHAN ALTERNATIF PESTISIDA ALAMI
(By : Sri Hadiawati, SP)
Edisi Sinau Bareng Kelompok Tani dalam rangka kegiatan penyuluhan pertanian kali ini dilaksanakan di Poktan Tani Maju I Desa Pelem. Di masa pandemi ini kegiatan penyuluhan pertanian terus berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Penyuluhan kali ini bertema tentang Asap Cair : Bahan alternatif pestisida alami. Salah satu alternatif teknologi pengendalian OPT adalah penggunaan pestisida nabati yang lebih alami diantaranya asap cair. Alam sebenarnya telah menyediakan bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk menggulangi serangan opt pada tanaman budidaya. Oleh sebab itu, aplikasi asap cair perlu mendaptkan perhatian untuk dikembangkan karena jenis pestisida ini mudah terurai dilingkungan dan kurang beracun terhadap jasad berguna.
Asap cair berfungsi sebagai hormon atau enzim dalam proses perbaikan lahan,
dimana nutrisi tanah bisa dapat diserap lebih banyak serta berperan sebagai
katalis yang mempercepat reaksi lahan tanpa ikut bereaksi. Dengan demikian perbaikan lahan lebih cepat dan sempurna. Asap cair efektif sebagai pupuk, dengan menyemprotkan asap
cair konsentrasi 1:1000 diatas permukaan daun pada tanaman muda. Sedangkan pada
tanaman dewasa, larutan asap cair disiramkan disekitar perakaran setiap dua
minggu.
Penggunaan pestisida nabati asap cair perlu selalu dipromosikan dalam kegiatan perlindungan tanaman. Salah satu upaya pemasyarakatan tersebut adalah dengan penyebarluasan informasi melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penyuluhan pertanian ditinjau dari peningkatan pengetahuan petani tentang asap cair bahan alternatif pestisida alami maka diadakan evaluasi penyuluhan pertanian.
Salah satu yang dapat dimanfaatkan yaitu limbah tempurung kelapa untuk pembuatan asap cair. Asap cair yang lebih dikenal dengan wood vinegar/liquid smoke merupakan hasil kondensasi pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin selulosa serta senyawa karbon lainnya. Bahan baku yang banyak digunakan antara lain berbagai macam jenis kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas atau serbuk gergaji kayu dan lain-lain.
Peralatan dan Bahan :
1.
Wadah pengarangan,
ruang pembakaran, penampung tar/asap cair, destilator dapat dibuat dari
Stainless steel atau drum besi yang dimodifikasi
2.
Pipa besi yang
dimodifikasi
3.
Alat pemanas dapat
berupa blower dan atau dapat menggunakan sekam/arang
4.
Pipa PVC
5.
Pompa air
6.
Tangki air dan
penyangganya
Cara Pembuatan :
- Sebelum dimasukkan ke
reaktor pirolisis, terlebih dahulu bahan dibersihkan kemudian dipotong dengan ukuran
lebih kecil agar luas permukaan pembakaran menjadi lebih luas sehingga proses
dapat berjalan lebih cepat
- Selanjutnya dilakukan
pengeringan dengan cara penjemuran, untuk mengurangi kadar air pada bahan
- Kemudian dilanjutkan
dengan metode Pirolisis. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator yang
bekerja pada temperatur 300-650°C selama 8 jam pembakaran
- Asap hasil pembakaran
dikondensasi dengan kondensor yang berupa koil melingkar
- Asap cair yang
diperoleh dari kondensasi asap pada proses pirolisis diendapkan selama seminggu
untuk mengendapkan tar yang merupakan hasil sampingan dari asap cair. Asap cair
siap digunakan sebagai bahan pestisida.
Aplikasi
- Asap cair
dapat mengendalikan hama Thrips dan Apids pada tanaman cabai, hama ulat pada
tanaman tomat dan padi, hama burung serta mampu mengendalikan antraknose dan
penyakit layu dengan dosis 500 ml per tangki (14 liter)
- Asap cair
efektif mengendalikan hama belalang dan ulat Prodenia litura, walang sangit,
hama kutu putih (Ceratovacuna lanigera),penyakit
blendok (busuk batang Phytophthera
sp) pada tanaman jeruk keprok dengan perbandingan asap cair 1:15
- Asap cair
efektif mengendalikan rayap, nyamuk, semut dengan dosis 15-20 cc/lt setiap tiga
hari sekali pada tempat yang terserang
- Asap cair
efektif mempercepat pertumbuhan tanaman secara vegetatif, dengan dosis 20 cc/lt
setiap 2 minggu sekali disemprotkan kedaun atau disiram melalui akar
- Asap cair
efektif sebagai pupuk, dengan menyemprotkanasap cair konsentrasi 1:1000
diataspermukaan daun pada tanaman muda. Sedangkan pada tanaman dewasa, larutan
asap cair disiramkan disekitar perakaran setiap dua minggu.
Kamis, 29 Juli 2021
WASPADA HAMA WERENG PADA TANAMAN JAGUNG
Gejala Serangan Wereng Jagung
- Menanam varietas yang tahan
- Tanam serempak untuk meminimalkan serangan.
- Membersihkan rumput-rumput yang mejadi inang alternative dari hama ini.
- Mengurangi penggunaan pupuk Nitrogen (urea dan ZA) karena penggunaan pupuk nitrogen yang tinggi dapat menyebabkan hama ini berkembang dengan cepat.
- Jarak tanam jangan terlalu rapat, untuk menjaga sirkulasi udara
- Jika serangan tinggi lakukan pengendalian dengan cara kimia, gunakan pestisida yang tepat salah satunya dengan menggunakan insektisida berbahan aktif pimetrozin 50 % yang bersifat sistemik dengan cara menghambat aktivitas makan serangga.
Jumat, 28 Mei 2021
PENGENALAN DAN PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK SPODOPTERA FRUGIPERDA (FAW) PADA TANAMAN JAGUNG
(Oleh : Sri Hadiawati, SP)
Kamis, 29 April 2021
KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN
Edisi Sinau Bareng Kelompok Tani
SPODOPTERA FRUGIPERDA (FAW) PADA TANAMAN JAGUNG
DI KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR DESA TERTEK KECAMATAN PARE
Edisi Sinau Bareng Kelompok Tani dalam rangka kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh PPL di wilayan BPP Kecamatan Pare pada hari Selasa tanggal 27 April 2021 dilaksanakan di Kelompok Tani Sido Makmur Desa Tertek.
Kamis, 25 Juni 2020
PUPUK ORGANIK DARI SAMPAH RUMAH TANGGA
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Sampah organik dikategorikan sebagai sampah yang ramah lingkungan bahkan bisa diolah kembali menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman jika dikelola dengan tepat. Tetapi jika sampah tersebut tidak dikelola dengan baik dan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik.
Cara pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga hanya untuk orang-orang yang tidak gampang jijik dikarenakan bahan-bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan pupuk organik cair adalah limbah rumah tangga yang bentuk dan rupanya tidak sejuk di mata. Belum lagi aromanya yang mungkin akan sangat mengganggu. Meski demikian jika anda memang berniat, persoalan ini bisa disiasati dengan menggunakan masker dan sarung tangan.
Banyak pilihan dan cara membuat kompos skala rumah tangga. Ada yang dipendam di dalam tanah, ada yang dapat diputar untuk memudahkan pengadukan dan aerasi, ada yang menggunakan kotak kayu, atau bahkan memanfaatkan keranjang pakaian kotor (takakura). Komposter dapat dibuat sendiri atau membeli dalam bentuk jadi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar pembuatan kompos berjalan dengan baik adalah :
1. Potong kecil-kecil seluruh bahan kompos. Semakin kecil akan semakin kecil akan semakin baik karena akan mempercepat proses dekomposisi.
2. Aduk bahan kompos agar aerasi berjalan optimal, khususnya saat kompos terlalu panas. Selain itu proses dekomposisi membutuhkan oksigen. Kekurangan oksigen menyebabkan terjadinya proses anaerob yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.
3. Jika tersedia, tambahkan dekomposer atau aktivator. Gunakan air gula atau molase (tetes tebu) atau air kelapa untuk mengaktifkan mikroba dengan cepat
4. Jaga campuran kompos agar selalu dalam keadaan lembab
5. Gunakan sampah kering untuk menjaga rasio C/N dan kelembaban
6. Selektif menggunakan limbah hewani. Limbah hewani seperti daging dan ikan mudah busuk dan menimbulkan baau tidak sedap. Bau ini juga menyebabkan lalat berdatangan, lalu bertelur sehingga banyak muncul belatung. Pembuatan kompos dari hewani akan lebih aman dilakukan dengan memanfaatkan lubang biopori.
Demikianlah langkah-langkah membuat pupuk organik dari sampah organik rumah tangga. Kita tidak akan tahu mudah atau sulit kalau tidak mencoba.
Jadi selamat mencoba yaa....!!!!
Referensi :
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90356/Cara-Membuat-Pupuk-Organik-Cair-Dari-Sampah---Limbah-Rumah-Tangga/
Soeleman,S dan Rahayu, D. 2013. Halaman Organik Mengubah Taman Rumah menjadi Taman Sayuran Organik untuk Gaya Hidup Sehat. Agro Media Pustaka. Jakarta. 162 hal.
Kamis, 16 April 2020
GERAKAN PENGENDALIAN HAMA WBC DI POKTAN SIDO RUKUN DESA TERTEK KECAMATAN PARE
- Populasi awal wbc saat migrasi
- Umur tanaman saat terjadinya migrasi
- Varietas padi
- Keadaan iklim
- Pemupukan yang tidak berimbang
- Penggunaan pestisida yang tidak benar
- Pengamatan intensif dilakukan minimal 1 minggu sekali
- Waspadai daerah endemis
- Waspadai adanya populasi WBC dipersemaian dan tanaman muda
- Koordinasikan gerakan pengendalian dan penyuluhan dengan PPL dan POPT setempat
http://www.agrotani.com/siklus-hamawereng-coklat-pada-tanaman-padi-2
http://www.artikel.com/hama-wereng-batang-cokelat-padi-dan-cara-pengendaliannya/
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID...
Kamis, 13 Februari 2020
GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS SERENTAK DI POKTAN SUKA USAHA DESA SAMBIREJO KECAMATAN PARE
Kamis, 14 Maret 2019
Pengendalian Penyakit Kresek (Hawar Daun Bakteri)
http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/pengendalian-penyakit-kresek-dan-hawar-daun-bakteri



.jpeg)

















